Dalam menjalankan sebuah perusahaan tentu saja kita memerlukan yang namanya inovasi. Inovasi ini dilakukan agar kita bisa membuat perusahaan bisa bertahan dan semakin berkembang tentunya. Banyak langkah yang bisa kita lakukan untuk melakukan inovasi dan salah satunya yaitu membuat service blueprint. Service blueprint ini sebenarnya bisa diartikan sebagai sebuah proses perancangan sebelum perusahaan mengeluarkan produk jasa  mereka.

Menentukan Sebuah Rancangan Produk Jasa

Proses yang satu ini tidak bisa kalian abaikan karena dengan adanya perancangan kita bisa menentukan produk jasa apa yang kita buat nanti. Sehingga produk yang akan dibuat nanti bisa sesuai dengan tujuan perusahaan dan tentunya kita sudah bisa memprediksi hambatan apa yang mungkin terjadi dan kita bisa mengantisipasinya.  Selain proses ini juga sangat penting untuk memaksimalkan peran dari masing-masing bagian yang terlibat serta melihat pelayanan dari segi pelanggan.

Jika kita melihat sebuah layanan dari segi pelanggan tentu saja jasa yang akan kita keluarkan nantinya akan berorientasi kepada mereka. Sehingga jasa yang kita berikan lebih mengerti keadaan mereka dan itu merupakan daya tarik tersendiri terhadap pelayanan kita. Maka dari itu membuat service blueprint sangat penting dan setidaknya ada beberapa tahapan yang sangat penting untuk membuat perancangan ini.

Identifikasikan Produk Dan Kebutuhan Konsumen

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengidentifikasikan baik dari segi jasa apa yang dibuat dan konsumen yang akan menjadi sasaran kita. Dengan mengidentifikasikan kedua hal tersebut secara tepat maka akan terbentuklah suatu layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen yang menjadi sasaran kita. Kemudian susun jenis pelayanan yang para konsumen inginkan dan dengan melihat hal tersebut tentu saja bisa meningkatkan pelayanan nantinya dan bahkan berbeda dengan layanan yang sudah ada sebelumnya.

Jangan lupa juga sertakan bukti fisik saat kita membuat service blueprint ini agar para karyawan yang akan kita ajak kerja sama bisa memahaminya. Bukti fisik ini biasanya dalam bentuk gambar rancangan sehingga komunikasi antar internal organisasi perusahaan dapat berjalan dengan baik. Selain itu proses ini juga bisa dilakukan untuk menilai seperti apa prosedur yang harus dan tidak harus dilakukan oleh suatu perusahaan untuk melakukan sebuah inovasi.

Related posts: