Masalah yang dihadapi Indonesia yang dari dulu sampai dengan sekarang belum ada pencerahan adalah masalah PT Freeport. Memang dari dulu pemerintahan hanya bisa menonton saja sumber daya alam yang dimiliki dikelola dan jual bukan kepada bangsa Indonesia melainkan ke pihak asing. Akan tetapi dengan adanya solusi yang ditemukan dari masalah tersebut melalui divestasi Freeport permasalahan ini segera terselesaikan. Awal dari Indonesia mendapatkan saham ini adalah saat perjanjian pembelian dan alih kuasa saham Freeport ditandatangani.

Cara Jitu Pemerintah Mengatasi Masalah Freeport Dengan Cepat

Indonesia memang kaya sekali dengan sumber daya alamnya, dari emas, timah, tembaga dan juga mineral lainnya sangat mudah untuk ditemukan. Tetapi dengan semua kekayaan tersebut malah tidak membuat rakyat Indonesia makmur, salah satu contohnya adalah tambang emas yang dikelola penuh oleh PT Freeport. Dengan kuasa inilah PT ini akan menjadi PT yang satu-satunya bisa menambang semua emas itu, tetapi kejayaan dari PT ini sudah sirna sejak divestasi Freeport dilakukan.

Dengan kekuasaan dari Freeport di pada tahun yang lalu jelas akan merugikan Indonesia yang tidak berhasil mendapatkan keuntungan dari sumber daya yang dimiliki. Tetapi Indonesia tidak diam saja melihat itu semua, dengan dibuatnya Undang-Undang resmi yang isinya tentang aturan larangan untuk mengekspor semu hasil tambang seperti mineral dan logam mulia. Dengan adanya UU inilah yang membuat ruang lingkup Freeport akan bisa dibatasi.

Dengan diberlakukannya UU ini Freeport sudah tidak bisa lagi menjual emas dan juga mineral lain ke luar negeri, jelas hal itu yang membuat keuntungan dari Freeport menurun drastis. Bukan malah mendapatkan untung banyak malah kerugian yang didapatkan akibat biaya pengeluaran untuk produksi emas ini tidak mampu dibayarkan.

Langkah yang diambil pemerintah ini memang sangat indah karena dampaknya langsung bisa terasa. Dengan Freeport harus menaati UU tersebut maka mau tidak mau Freeport melalukan divestasi Freeport untuk mengurangi kerugian yang dialami. Jadi akhirnya Indonesia sudah berhasil mendapatkan saham 50 persen lebih dan bisa dianggap sebagai pemilik dari Freeport.

Related posts: